Teori Pembelajaran

Belajar merupakan suatu proses bagi manusia.

anak kecil, yang lagi senang-senangnya sekolah, baik ditingkat dasar maupun di tingkat menengah, tentunya membutuhkan suatu bimbingan. pembelajaran atau belajar itulah yang cocok untuk di bahas.

Bagi anda calon guru atau sudah yang jadi guru, kayaknya perlu deh… untuk sekedar tahu bahkan dijadikan rujukan tentang teori-teori belajar dalam pembelajaran berikut, selamat membaca.

Teori Belajar Dan Pengaruhnya Pada Perkembangan Tingkah Laku Manusia

A. TEORI SIBERNETIK

Teori belajar jenis ini, mungkin yang paling baru dari semua teori belajar yang dikenal, yaitu Teori Sibernetik. Teori ini berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu informasi. Menurut teori ini, belajar adalah pengolahan informasi.

Sekilas, teori ini mempunyai kesamaan dengan teori kognitif yang mementingkan proses. Proses memang penting dalam teori sibernetik , namun, yang lebih penting lagi adalah sistem informasi yang diproses. Informasi inilah yang akan menentukan proses.

Asumsi lain dari teori Sibernetik ini adalah bahwa tidak ada satu proses belajarpun yang ideal untuk segala situasi, yang cocok untuk semua siswa. Oleh karena itu, sebuah informasi mungkin akan dipelajarai oleh seorang siswa dengan satu macam proses belajar, dan informasi yang sama itu mungkin akan dipelajari siswa lain melalui proses belajar yang berbeda.

Dalam bentuknya yang lebih praktis, teori ini misalnya telah dikembangkan oleh Landa (dalam pendekatan yang disebut algoritmik dan heuristik), pask dan Scott (dengan pembagian siswa tipe menyeluruh atau wholist dan tipe serial atau serialist), atau pendekatan-pendekatan lain yang berorientasi pada pengolahan informasi.

1. LANDA

Landa merupakan salah seorang ahli Psikologi yang beraliran Sibernetik. Menurut Landa, ada dua macam proses berpikir. Pertama, disebut proses berpikir algoritmik, yaitu proses berpikir linier, konvergen, lurus menuju ke satu target tertentu. Jenis kedua adalah cara berpikir heuristik, yakni cara berpikir divergen, menuju kebeberapa target sekaligus.

Proses belaajar akan berjalan denga baik jika apa yang hendak dipelajari itu atau masalah yang hendak dipecahkan (atau dalam istilah yang lebih teknis yaitu sistem informasi yang endak dipelajari) diketahui ciri-cirinya. Satu hal lebih tepat apabila disajikan dalam bentuk “terbuka” dan memberi keleluasaan siswa untukberimajinasidan berpikir. Misalnya, agar siswa mampu memahami sebuah rumus matematika, biasanaya mengikuti urutan tahap demi tahap yang sudah teratur dan mengarah kesatu target tertentu. Namun, utuk memahami makna suatu konsep yang luas dan banyak memiliki interpretasi (misalnya konsep “burung”), maka akan lebih baik jika proses berpikir siswa dibimbing ke arah yang “menyebar” (heuristik), dengan harapan pemahaman mereka terhadap konsep itu tidak tunggal, monoton, dogmatis, dan linier.

2. PASK DAN SCOTT

Ahli lain adalah yang pemikirannya beraliran sibernetik adalah pask dan scott. Pendekatan serialis yang diusulkan oleh pask dan scott sama dengan pendekatan algoritmik. Namun, cara berpikir menyeluruh (wholist) tidak sama dengan heuristik. Cara berpikir menyeluruh adalah berpikir yang cenderung melompat ke depan, langsung ke gambaran lengkap sebuah sistem informasi. Ibarat melihat lukisan, bukan detail-detail yang kita amati lebih dahulu, tetapi seluruh lukisan itu sekaligus, baru sesudah itu ke bagian-bagian yang lebih kecil.

Pendekatan yang berorientasi pada pengelolaan informasi menekankan beberapa hal seperti ingatan jangka pendek (short term memory), ingatan jangka panjang (long term memory), dan sebagainya, yang berhubungan dengan apa yang terjadi dalam otak kita dalam proses pengolahan informasi. Kita lihat pengaruh aliran Neurobiologis sangat terasa di sini. Namun, menurut teori sibernetik ini, agar proses belajar berjalan seoptimal mungkin, bukan hanya car kerja otak kita yang perlu dipahami, tetapi juga lingkungan yang mempengaruhi mekanisme itu pun perlu diketahui.

7 Tanggapan

  1. makasih ya mas infonya…

  2. @tyas
    yuppp…………… sama-sama….
    semoga apa yang saya sampaikan di sini, bermanfaat bagi semua netter, pelajar dan semua kalangan indonesia.

  3. Hoo.. bagus infonya.

    nambahin dikit : Kalo dalam kata lain. algoritmik biasanya untuk menyelesaikan permasalahan linear.. sementara heuristik adalah untuk permasalahan non-linear ( acak )..

    makasih tambahannya mas…

  4. salam kenal juga yaaaa
    ,makasih dah mau berkunjung ke blog saya

  5. btw jika punya file tentang teori pembelajaran krin k ane dumz…nie email ane fi_zen01@yahoo.com…sy udah nyari d google tp blm da yg cocok nie…trma kasih sblumnya…salam knal dr jogja

  6. mas makasih ya, berkat blognya sya dpt merjkan tugas dengan mudah……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: