Belajar Model “Memperbanyak Anggota Diskusi Panel”

diskusiMESTIMULASI DISKUSI KELAS

Sering sekali, seorang gruu berupaya mestimulasi diskusi kelas namun dihadapkan pada kebungkaman yang tidak menyenangkan karena siswa sendiri tidak tahu siapa yang berani berbicara duluan. Memulai sebuah diskusi  tidak jauh berbeda dengan mamulai pengajaran berbasis-ceramah atau penyajian materi secara lisan. Anda harus terlebih dahulu membangkitkan minat!. Strategi -strategi yang berikut ini merupakan cara-cara yang telah berhasil menstimulasi diskusi. sebagian diantaranya bahkan akan menciptakan pertukaran pendapat yang seru, namun tertib antarsiswa. Semuanya dirancang sedemikian rupa agar setiap siswa bisa terlibat. Begitu juga untuk melibatkan banyak siswa itu susah-susah gampang.

MEMPERBANYAK ANGGOTA DISKUSI PANEL

Aktivitas ini merupakan cara yang baik untuk menstimulasi diskusi dan memberi siswa kesempatan untk mengenali, menjelaskan, dan mengklarifikasi persoalan sembari tetap bisa berpartisipasi aktif dengan seluruh siswa.

PROSEDUR

  1. Pilihlah sebuah masalah yang akan mengundang minat siswa. Sajikan persaolan itu agar siswa terstimulasi untuk mendiskusikan pendapat mereka. Sebutkan lima pertanyaan untuk didiskusikan.
  2. Pilihlah Empat hingga enam siswa untuk membentuk kelompok diskusi panel. Aturlah mereka dalam formasi semi lingkaran di bagian depan kelas.
  3. Perintahkan siswa yang lain untuk duduk di sekeliling kelompok diskusi pada tiga sisi dalam formasi sepatu kuda.
  4. Mulailah dengan pertanyaan pembuka yang provokatif. Serahkan tanggungjwab diskusi panel kepada kelompok inti, sedangkan siswa yang lain membuat catatan dalam rangka mempersiapkan giliran diskusi mereka. Sebagai contoh, beberapa poin yang dapat dikemukakan dalam sebuah diskusi adalah tentang pertanyan “apa sajakah pendapat Pro dan Kontra terhadap rekayasa genetik?”

Pro

  • Ilmu kesehatan telah mencapai tahap yang memungkinkan hal ini, lantas mengapa mesti menolaknya?
  • Ilmuwan akan mampu menghilangkan rasa nyeri dan penderitaan.
  • Orang tua akan bisa menghindari kelahiran bayi yang cacat-lahir.

Kontra

  • Manusia tidak boleh merusak rencana Tuhan.
  • Kelainan genetik akan timbul
  • orang tua tidak boleh memutuskan seperti apa anak yang mereka miliki.

5. Pada akhir Priode diskusi yang sudah ditetapkan, pisahkan seluruh kelas menjadi kelompok-kelompok kacil untuk melanjutkan diskusi tentang pertanyaan yang masih ada.

Variasi

  1. Baliklah urutannya; mulailah dengan diskusi kelompok kecil dan diikuti dengan diskusi panel.
  2. Perintahkan siswa untuk mengajukan pertanyaan diskusi.

Semoga uraian singkat ini dapat memberikan sumbangsih bagi anda-anda semua, terutama bagi calon guru atau sudah jadi guru.

SELAMAT MENCOBA

WARNING SANGAT BOLEH DIAJARKAN DI DEPAN KELAS, TAPI TIDAK BOLEH DIAJARKAN DI DEPAN MERTUA.

*Sumber : buku Active Learning, MELVIN L. SILBERMAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: