Nanam Padi Pake Pesawat

Padi merupakan makanan pokok bagi manusia di setiap belahan negara. apalagi di indonesia di mana-mana ada sawah terbentang luas. bahkan ironi memang, saat petani butuh pupuk guna untuk menyuburkan padi mereka tapi harganya meroket (alias muaahal). Akan tetapi saat para petani panen padinya, harusnya mereka senang tapi mereka menjerit karena harga padi/gabah/beras, turuuuun (anjlok-jlok-jlok) gak karuan. sape’ kempis-kempis.

Sebenarnya kalau kita liat Undang-undang negara kita, ada lho..kata-kata “pemerintah wajib melindungi, mensejahterakan rakyatnya……….” kurang lebih seperti itu. pokoknya intinya semua itu ditanggung oleh pemerintah, tapi saat petani tadi butuh, mereka gak diprioritaskan.

Kamu tahu gak kawan, bahwa seluruh negara sedang mengalami kepanikan akibat kenaikan harga beras, tak terkecuali AMERIKA. Busyeeeeeeeeet gimana dengan indonesia kawan, yang semua kebutuhannya harus Ngimpor dari luar negeri, lho …emang negara kita ini gak punya sawah ta..? lucu emang kawan. bahkan pemerintah mau meng-Ekspor beras kita ke luar negeri. wahhhh…..gawat ini, bisa-bisa kita gak makan beras lagi. terus makan apa niiich…..?

Satu berita lagi kawan, karena AMERIKA sedang mengalami kepanikan akibat kenaikan harga beras, ternyata petani di California akibat kejadian tersebut, mereka anggap sebagai anugerah. Tanya kenapa….? Begini ceritanya kawan, Di sana sekarang sedang musim tanam, lahan seluas 222.172 hektare di lembah Sacramento ditanami padi. ini kawan, kira-kira sepertiga lahan padi di Jatim yang 767.977 Hektare. (Sumber :Jawapos). Luaaaas ya kawan.

Dan penanamannya diperkirakan bernilai sekitar USD 500 juta (sekitar 4,6 triliun). Buaaanyaaak ya…kawan. ada lagi nih menurut San Francisco Chronicle, panennya diperkirakan 4 miliar pon atau 1,8 juta ton. Biuuhh-biuh, itu beras apa pasir, he..he..

Ini poin terpentingnya kawan, ternyata mereka itu untuk bercocok tanam, menggunakan cara yang sangat modern. Begini caranya, tanah terlebih dahulu digemburkan, lantas digenangi air. Emang sih cara ini gak jauh beda ama di indonesia, tapi setelah itu (ini yang unik), untuk menyebar benih, mereka menggunakan pesawat, bukan ditanam satu persatu, kayak mbok-mbok kita yang di deso, heeeeeee….

Coba kawan anda renungkan, kira-kira bisa gak kita seperti itu..? itu menjadi PR bagi kita sebagai generasi muda ke depan. kalau sekarang gimana ya…beli pesawatnya aja mahal, belum dimmbulet-mbulet ama pihak birokrasi pemerintah. wah susah ya…. tapi jangan psimis kawan, kalau ada niat pasti semua terlaksana.

Kawan ojo pelit bagi-bagi ilmu kamu.

3 Tanggapan

  1. memang gak bisa dipungkiri kalau indonesia tertinggal dari negara² kecil sekalipun.

    gak tau kenapa ya padahal resource di indonesia ini berpotensi kalau ada suatu bentuk pengembangan.
    tapi kayaknya masih jauh indonesia masuk ke jaman itu untuk didunia nyata. tapi kalau di dunia maya indonesia no wahid😛

    makasih mas udah mau mampir,🙂🙂
    memang indonesia sangat etrtinggal dari negara tetangga. mengapa demikian, karena pemerintah indonesia terutama birokrasinya tidak peduli pada pendidikan.

    dulu malaysia sekolah ke indonesia sekarang kita yang ke malaysia tapi jadi TKI/TKW, yang ak ada perlindungannya sama sekali.
    utuk itu kalau indonesia mau maju, harus peduli pada pendidkan karena kalau warganya pintar, maka indonesiapun akan menjad negara yang pntar.

  2. Qta kan udah bs bkin pesawat sendiri, ga perlu beli.
    Itu PT.Dirgantara Indonesia sengaja digonjang-ganjing supaya tutup. supaya ga produksi pesawat, supaya Indonesia ga maju.

    Itu ulah siapakah?
    Tanya pd rumput yang bergoyang :p

  3. @yana
    gak perlu tanya ama rumput. tanya aja ama diri kita sendiri.
    di diri kita ada banyak potensi yang harus kita aplikasikan. buat apa anda menuhankan simbol yang sebenarnya hanya yang maha dari segala maha-lah, yang kita tuhankan.
    klo anda mau chat ama aku, aku siap dari sore sampe malam. di :
    suny_che@yahoo.co.id
    ayoooooooo…………… aku siap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: