Obrolan Wong Cilik “mau….?”

ngobrollglobal Warming (pemanasan global) yang lagi hot dibicarakan. apalagi dikota surabaya yang dari kehari makin ramai bahkan panasnya minta ampuuuuun gak kethulungan.Ternyata udara di waktu sore tidak sesejuk waktu pagi. dengan pikiran yang selalu was-was dan hati-hati. sebab bisa berbahaya bagi pengguna sepeda onthel yang berjalan kalah cepat dari kendaraan lain yang gendong mesin.Saat tiba di pasar, aku cari mutar-muter bakul tas, akhirnya dapat juga. memang sudah menjadi pemandangan di surabaya dimanapun pasti ada orang madura, dan tidak ketinggalan penjual yang aku jumpai itu. “Monggo bos” ia sodorkan dagangannya kepadaku.Dengan akting tawar-menawar yang jika dijadikan Novel mungkin akan jadi lima bab bahkan lebih. saking serunya gak terasa maghrib mau nongol. “pinten pak,?” tanyaku. “empat puluh ribu”. jawabnya. “larange sepuluh ya pak,”. langsung ku sambar obrolan. “iyyo..’ mas soalle sak iki opo-opo larang, gak koyo biyen” terangnya nerocos yang sebenarnya aku ketawa karena loghatnya ngomong jawa yang kaku. “presiden-ne kudhu di ganti mas, soalle rakyat cilik terus soro, gak pernah dipikir-ne”. ia menambahi dengan ganas. Dalam hati saya berkata ooo……. (iya…oooo…aja).kemudian ia menjelaskan “mas isik ena’-an zaman-ne gusdur opo-opo murah”… langsung tersentak diri ini, kok malah gusdur bukannya gusdur cuman beberapa bulan menjabat presiden. oooo…..(ooo..lagi) mungkin karena ia dari NU (karena kebanyakan warga Madura khan banyak NU-nya), gerutu ku sambil senyum.ahh..memang sedikit orang yang cangkru’ bareng wong cillik, opo maneh di surabaya, yang orangnya agak semau gue, sikut kanan, sikut kiri, sempar sana sempar sini Dhoboool tenanan.Sore itu tak biasanya saya keluar. kuambil sepeda Onthel yang meamng kendaraannya rakyat yang dilihat sebelah mata oleh orang yang berduit, tapi bagi saya itu justru bebas polusi, bahkan dapat mengurangi

Satu Tanggapan

  1. wong cilik? saya juga tiap hari… hehehehehe…

    makasih sudah mampir di mendoan.dagdig.dug.com

    NB: WEDOAN itu tulisannya tetap wedokan, karena kata aslinya wedok. suwun…🙂

    sama2 yang penting jangan bosen2 deh buat mampir lagi ke gubug, gak bakal roboh deh ini gubug….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: