MASALAH IDIOM DALAM BAHASA INDONESIA

indoMASALAH IDIOM DALAM BAHASA INDONESIA

Yang dimaksud dengan Idiom adalah bahasa yang telah teradatkan, artinya, ‘bahasa yang sudah biasa dipaakai seperti itu dalam suatu bahasa’. Mengenai idiom ini (yang walaupun makna hubungan setiap kata yang membentuk idiom ini agak aneh) kita tak dapat lagi menanyakan, mengapa begitu? Itu juga sebabnya idiom suatu bahasa sering tidak dapat diterjemahkan ke dalam nahasa lain kata demi kata. Akan terasa kejanggalannya karena bagi pemilik bahasa yang bersangkutan, idiom ini tidak lagi diartikan kta demi kata, melinkan diartikan secara keseluruhan. Untuk idiom naik daun dalam bahsa indonesia, tidak dapat anda mencari padanannnya dalam kamus dengan mencari makna kata demi kata jika Anda akan mengalihbahasakannya ke dalam bahasa lain. Hasil bentukan dalam bahasa lain itu akan terasa lucu maknanya.

Idiom naik daum dalam bahasa indonesia berarti ‘mujur’ sehingga kalau anda mengalihkannya ke dalam bahasa lain, kata yang harus anda cari dalam kamusnya ialah kata yang sama artinya dengan mujur itu. Anda tidak boleh mencari kata daun lalu naik, lalu kedau kata itu anda padukan sebab dalam bahasa sasaran itu tidak menimbulkan arti apa-apa.

Pemakai bahasa indonesia dewasa ini, sering terlalu sembrono dalam menggunakan bahasa. Tak ada rasa tanggungjawab atas kemantapan bahasa, dan atas kebakuan bahasa. Orang senang menambah dan mengurangi kata atau mengubah-ubah suatu ungkapan sehingga menjadi lain dari yang seharusnya, lalu karena itu, timbullah salah kaprah. Banyak sekali salah kaprah yang terdapat dalam bahasa indonesia dewasa ini, yang timbul karena sikap tak peduli atau masa bodo pemakainya.

Lihatlah bagaimana idiom seperti; terdiri dari, sesuai dengan, berhubungan dengan, diperuntukan bagi dihilangkan orang begitu saja keta-kata depan (dari, dengan, bagi) yang mengikuti klata yang di depannya itu sehingga lahirlah kalimat-kalimat seperti berikut;

1. Tiap kelompok terdiri tiga orang.

2. sesuai keputusan pemerintah, gaji pegawai negeri dinakkan 15%.

3. berhubung saya sakit, saya tak dapat masuk kantor hari ini.

4. rumah-rumah yang baru dibangun itu diperuntukkan karyawan pemerintah daerah.

Perhatikannalah bagaimana idiom itu digunakan dalam kalimat-kalimat contoh di atas. Penyebab kesalahan itu adalah sifat kurang cermat bahasa. Kedua, karena kemalasan si pemakai bahasa. Ketiga, tidak mencintai bahasa indonesia sebagai milik nasional yang perlu dibina dan dipelihara. Kalau sekap pemakai bahasa indonesia negatif, maka bahasa indonesia takkan tumbuh menjadi bahasa yang mantap dan teratur kaidahnya, tetapi akan tumbuh manjadi bahasa yang tidak teratur, tidak mantap dan kacau.

Perhatikan pula kalimat berikut yang menggunakan idiom yang salah.

5. hal itu disebabkan Sabatini memiliki pesona yang lebih dari apa yang dimiliki Steffi.idiom yang dipakai secara salah dalam kalimat No. 5 di atas, ialah idiom disebabkan yang seharusnya disebabkan oleh. Macam-macam bentuk yang muncul dalam pemakaiannya sekarang; ada yang menggunakan disebabkan (seperti pada kalimat di atas), ada yang menggunakan disebabkan oleh karena. Kalau tak tahu benar mana bentuk yang tepat, yang baku, mengapa tidak membuka kamus, lalu melihatnya di dalam kamus? Malas? Tidak peduli? Sayang, bukan?.

Kalau kalimat di atas kita perbaiki, strukturnya yang benar sebagai berikut ;

5a. Hal itu disebabkan oleh pesona yang dimiliki Sabatini lebih dari apa yang dimiliki Steffi.

5b. Hal itu timbul karena pesona yang dimiliki Sabatini lebih dari apa yang dimiliki Steffi.

Anda bandingkanlah bagaimana susunan kata dalam kalimat 5 dengan dalam kalimat 5a dan 5b. Kalimat 5 selain menggunakan idiom, susunan kata-katanya pun tidak baik.

Hati-hatilah menggunakan kata, terutama idiom dalam bahasa. Penguasaan bahasa yang baik oleh seseorang akan tampak dalam penggunaan idiom. Idiom dalam setiap bahasa harus dihafalkan saja karena pemakaiannya tak boleh salah dan tak boleh diubah-ubah mnengikuti keinginan pemakai bahasa saja.

Satu Tanggapan

  1. thanks moga bermanfaat bagi anda yang haus akan ilmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: